Namun, saat ini telah dilakukan studi pada jantung tikus yang dipajankan terhadap iskemia selama 20 menit dan reperfusi selama 30 menit. Dalam studi tersebut, dilakukan penilaian terhadap sevoflurane 2% dan propofol 1% peri-iskemik pada metabolisme energi oksidatif dan konsentrasi ion kalsium intraseluler diastolik dan sistolik menggunakan indo-1AM. Emulsi lemak parenteral digunakan sebagai kontrol. Aliran substrat diukur dengan menggunakan [3H] palmitate dan [14C] glucose. Western blotting digunakan untuk menentukan ekspresi transporter glukosa GLUT4 sarkolema dalam rakitan lemak. Juga dilakukan analisis biokimia nukleotida, ceramide, dan acylcarnitines.
Hasilnya menunjukkan bahwa sevoflurane meningkatkan pemulihan kerja ventrikel kiri (p=0,008) dan efisiensi miokardium (p=0,008) dibandingkan dengan jantung iskemik yang tidak diterapi, sedangkan propofol tidak. Perbaikan hemodinamik tersebut disertai dengan berkurangnya peningkatan konsentrasi ion kalsium intraseluler diastolik dan sistolik pasca-iskemik (p=0,008). Sevoflurane meningkatkan oksidasi glukosa (p=0,009) dan menurunkan oksidasi asam lemak (p=0,019) pada jantung yang terpajan iskemia-reperfusi, tetapi propofol tidak. Ekspresi GLUT4 secara nyata meningkat pada rakitan lemak pada jantung yang diterapi sevoflurane (p=0,016). Peningkatan oksidasi glukosa sangat terkait dengan penurunan muatan ion kalsium yang berlebih.
Emulsi lemak parenteral sendiri menurunkan beban energi dan meningkatkan kadar hydroxyacylcarnitine jaringan, dan sevoflurane menurunkan pembentukan ceramide toksik. Dari hasil studi tersebut, disimpulkan bahwa peningkatan ambilan glukosa melalui GLUT4 menyebabkan pemulihan beban ion kalsium yang berlebih setelah jejas iskemia-reperfusi pada jantung yang diterapi dengan sevoflurane, tetapi tidak demikian pada jantung yang diterapi dengan propofol.
sumber : kalbe farma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar