Guna menginvestigasi lebih jauh, tim peneliti telah mengidentifikasi enam studi dengan follow-up sekurang-kurangnya selama 12 bulan, melibatkan 518 perempuan menopause pengguna terapi sulih estrogen dengan LNG-IUS (20 mcg/hari) atau progestogen sistemik. Dari lima studi yang melaporkan histologi endometrium, empat studi di antaranya tidak menemukan adanya proliferasi endometrium dengan metode oposisi progestasional mana pun, sementara satu studi melaporkan peningkatan insidens proliferasi endometrium dengan pemberian medroxyprogesterone acetate oral sekuensial. Dengan demikian, meta-analisisnya memperlihatkan insidens proliferasi endometrium yang lebih rendah secara bermakna pada kelompok LNG-IUS dibanding kelompok progestogen sistemik (odds ratio 0,07). Satu studi lainnya, yang melaporkan data perdarahan pervaginam, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara kedua kelompok.
Lebih lanjut, kecenderungan penghentian terapi lebih rendah pada kelompok LNG-IUS dibanding kelompok progestogen sistemik (odds ratio 0,62). Namun, studi yang terlama hanya dilangsungkan selama 24 bulan sehingga tidak dapat ditarik simpulan mengenai keamanan endometrium jangka panjang, dan tidak ada studi yang menyediakan data tentang kejadian kanker payudara atau penyakit kardiovaskuler.
Meskipun demikian, dr. Somboonporn dan kolega menyimpulkan, "Melihat hasil tinjauan ini, LNG-IUS layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk proteksi endometrium pada para perempuan peri- dan pasca-menopause yang tengah menggunakan terapi sulih estrogen."
sumber : kalbe farma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar