Dari sebanyak 7518 orang yang diikutkan dalam studi ini, 5638 (75%) memberikan data asupan vitamin C, yang mempunyai potensi sebagai antioksidan. Dari studi tersebut terlihat adanya korelasi vitamin C berbanding terbalik dengan risiko katarak (adjusted[OR] untuk kuartil tertinggi ke terendah = 0,61; 95% confidence interval (CI), 0,51-0,74, P = 1,1 × 10-6). Inklusi antioksidan lain dalam model (lutein, zeaxanthin, retinol, ß-karoten, dan alfa- tokoferol) hanya sedikit mempengaruhi hasil tersebut (OR 0,68; 95% CI, 0,57-0,82, P <0,0001).
Hasil yang sama juga terlihat asupan vitamin C dengan jenis katarak: katarak nuklear (OR 0,66; CI, 0,54-0,80, P <0,0001), katarak kortikal (OR 0,70; CI, 0,54-0,90, P <0,002), dan PSC (OR 0,58; CI, 0,45-0,74, P <0,00003). Lutein, zeaxanthin, dan retinol secara bermakna berbanding terbalik dikaitkan dengan katarak, namun korelasi tersebut lebih lemah dan tidak konsisten yang diamati dengan jenis katarak.
Dari studi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa; terdapak hubungan yang kuat antara kadar vitamin C dalam darah dengan risiko kejadian katarak. Pada populasi dengan kadara vitamin C yang rendah terjadi peningkatan risiko terjadinya katarak.
Kalbe Farma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar