Studi bermetode terbuka, 2x2 factorial design, acak, yang diberi nama MRC FOCUS2 ini mengikutsertakan pasien-pasien kanker kolorektal stadium lanjut yang belum pernah mendapat terapi dan dianggap tidak dapat diberikan kemoterapi dosis penuh (rentan/manula). Pasien dibagi menjadi 4 kelompok: fluorouracil IV 48 jam + leucovorin (kelompok A), oxaliplatin (68 mg/m2 IV 2 jam; q2wk) + fluorouracil (kelompok B), capecitabine (kelompok C), dan oxaliplatin (104 mg/m2 IV 2 jam; q3wk) + capecitabine (kelompok D). Dosis mula yang diberikan yaitu 80% dari dosis standar dan dapat ditingkatkan hingga dosis penuh setelah 6 minggu.
Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan oxaliplatin menghasilkan peningkatan PFS dibandingkan tanpa oxaliplatin, tetapi tidak mencapai kemaknaan secara statistik (median 5,8 vs 4,5 bulan; p=0,07). Penggantian fluorouracil dengan capecitabine tidak meningkatkan skor kualitas hidup. Risiko terjadinya efek samping derajat 3 atau lebih tidak meningkat secara bermakna pada pemberian oxaliplatin (38% vs 32%; p=0,17). Namun, efek samping terpantau lebih sering pada pasien yang mendapat capecitabine dibandingkan fluorouracil (40% vs 30%; p=0,03).
Simpulannya, dengan metode yang sesuai, termasuk mengurangi dosis awal kemoterapi, pasien yang rentan/berusia lanjut dapat berpartisipasi pada uji klinik acak. Kemoterapi kombinasi dengan oxaliplatin lebih terpilih dibandingkan kemoterapi tunggal dengan fluorouracil walaupun hasil-akhir primer tidak tercapai. Capecitabine tidak meningkatkan kualitas hidup dibandingkan fluorouracil.
Kalbe Farma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar