Tim Dr. Lin menggunakan database dari asuransi nasional Taiwan untuk menganalisis 23.199 pasien TBI dan dibandingkan dengan 69.597 pasien non-TBI. Rata-rata usia subyek adalah 42 tahun, dan 54% adalah laki-laki. Setiap individu itu ditindaklanjuti selama 5 tahun. Dalam 3 bulan pertama setelah TBI, stroke terjadi pada 675 pasien TBI (2,9%) vs 207 pasien non-TBI (0,30%). Selama 5 tahun, pasien yang mengalamai TBI 1.901 (8,2%) mengalami stroke dibandingkan dengan 2710 non-TBI pasien (3,9%).
Setelah disesuaikan untuk karakteristik sosiodemografi dan komorbiditas yang dipilih, TBI secara independen terkait dengan peningkatan risiko stroke lebih dari 10 kali lipat pada 3 bulan pertama setelah cedera dan peningkatan risiko yang lebih dari 4 kali lipat hingga 1 tahun setelah cedera. Bahkan pada 5 tahun, pasien TBI memiliki risiko sekitar 2 kali lipat peningkatan relatif stroke untuk penduduk non-TBI.
Dr. Lim, dkk. berdasarkan studi tersebut menyimpulankan bahwa stroke merupakan salah satu masalah neurologis yang mungkin meningkat risikonya setelah terjadi benturan kepala (TBI).
kf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar