Peneliti utama studi makalah ini adalah Dr. Jun Zhang, di Shanghai Jiaotong University School of Medicine di Cina. Ketika ia dan rekan di AS mengelompokan perempuan dengan dosis oksitosin awal dan tambahan, mereka menemukan bahwa tahap pertama persalinan pada wanita nulipara rata-rata 10,2 jam pada wanita yang menerima 1 milliunit/menit (n=2691), 8,9 jam dalam mereka yang menerima 2 miliunit/menit (n=4.994), dan 8,5 jam dengan 4 miliunit/menit (n = 7369). Perbedaan antara dosis rendah dan dosis yang lebih tinggi adalah bermakna (p <0,001). Angka-angka yang sesuai untuk wanita multipara adalah 7,2, 6,6 dan 6,1 jam (p <0,001). Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam durasi kala kedua persalinan, menurut laporan tersebut.
Tingkat kelahiran sesar di antara wanita nulipara lebih rendah dengan 4 miliunit/menit (14%) dibandingkan dengan dua rejimen lain (17%), tetapi tidak ada perbedaan setelah penyesuaian. Bagi wanita multipara, juga tidak ada perbedaan yang bermakna besar kelahiran sesar, mulai dari 2,2% dengan dosis tinggi dan 3,7% dengan dosis rendah. Diantara wanita nulipara, ada kecenderungan ke arah skor Apgar yang lebih baik dengan dosis oksitosin yang lebih tinggi, tapi tidak pada hasil ibu dan bayi lainnya yang berbeda secara signifikan. Pada wanita multipara, oksitosin dosis tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko pewarnaan mekonium, demam pada bayi baru lahir.
Dan peneliti menyimpulkan bahwa, hasil studi tersebut menunjukkan bahwa rejimen oksitosin (mulai dosis 4 milliunits/menit dan meningkat 4 milliunits/menit) memperpendek lama persalinan kala pertama baik pada nulipara maupun multipara, tanpa meningkatkan angka tindakan sesar dan efek samping yang tidak diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar