Studi tersebut melibatkan pasien yang mengonsumsi statin selama minimal 3 bulan (n=38) dan pasien yang tidak pernah mengonsumsi statin (n=32). Pasien dianestesi umum dan diberi succinylcholine 1,5 mg/kg untuk intubasi. Kejadian dan derajat fasikulasi setelah pemberian succinylcholine dicatat dan sampel darah diambil sebelum induksi, 5, 20 menit, dan 24 jam setelah pemberian succinylcholine. Pasien diwawancara 2 dan 24 jam setelah pembedahan untuk menentukan derajat mialgia atau nyeri otot. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 20 menit pemberian succinylcholine, kadar mioglobin lebih tinggi pada pengguna statin vs bukan pengguna statin (p=0,018).
Fasikulasi pada pengguna statin lebih hebat dibanding bukan pengguna statin (p=0,047). Namun kalium dan creatine kinase plasma sebanding antara kedua kelompok, demikian juga dengan nyeri otot.
Meskipun tampaknya secara klinis tidak bermakna, temuan baru tersebut akan memicu penilaian ulang dari peran succinylcholine, di mana kuantifikasi dari interaksi succinylcholine-statin adalah hal yang penting, mengingat penggunaan obat statin pada orang usia lanjut secara luas meningkat dan mengingat bahwa baik succinylcholine dan obat-obatan statin sering menyebabkan kerusakan otot. Sehingga penggunaan succinylcholine sebaiknya dihindari pada pasien yang mendapat terapi statin, kecuali ada indikasi khusus.
kf (EKM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar