22 pasien obese (kegemukan) dengan gangguan gula darah – kondisi yang diklasifikasikan sebagai prediabetes – secara sukarela ikut serta dalam studi selama 12 minggu. Prediabetes pada pasien-pasien ini muncul ketika sel tubuh resisten terhadap insulin. Partisipan secara acak dibagi menjadi 2 kelompok diberikan 250 mg ekstrak cinnamon larut air dua kali sehari atau plasebo. Partisipan melanjutkan diit harian seperti biasa. Gula darah diukur pada pagi hari pada awal studi, minggu ke-6 dan minggu ke-12 untuk menilai perubahan gula darah dan antioksidan.
Studi ini menunjukkan ekstrak cinnamon larut air meningkatkan kadar antioksidan sebanyak 13-23%, dan peningkatan kadar antioksidan ini berhubungan dengan penurunan kadar gula darah setelah makan. Studi ini merupakan studi awal dan diharapkan adanya studi-studi lebih lanjut yang meneliti lebih dalam mengenai efek konsumsi ekstrak dalam menurunkan stres oksidatif dan gula darah baik dari segi efikasi maupun keamanannya.
STO, KF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar