Dalam studi yang melibatkan sebanyak 20.536 pasien tersebut, bertujuan untuk melihat efektivitas dan keamanan penuurnan kolesterol LDL dengan menggunakan statin yang merupakan kelanjutan dari Heart Protection Study (HPS). Subyek yang dengan faktor risiko tinggi akibat gangguan vaskuler atapun non-vaskuler secara alokasi diberikan simvastatin 40 mg per hari ataupun plasebo. Sedangkan rata-rata monitoring adalah selama 5,3 tahun (SD 1,2) dan monitoring pasca studi rata-rata total 11 tahun (SD 0,6). Target utama studi ini adalah kejadian vaskuler mayor pasca randomisasi, dan dianalisis dengan ITT.
Selama kurunwaktu studi, pemberian
simvastatin rata-rata menurunkan kolesterol LDL dalam 5 tahun pertama
sebesar 1,0 mmol/L dan menurunkan kejadian gangguan vaskuler mayor
secara proporsional sebesar 23% (95% CI 19-28; p<0,0001). Keuntungan
tersebut menetap dan tidak berubah selama periode monitoring selama 11
tahun, tidak terjadi perbaikan dalam kejadian vaskuler mayor maupun
mortalitasnya. tetapi juga tidak ada efek yang merugikan misalnya
kejadian kanker pada pemberian statin yang memberikan efek sebanding
dengan plasebo ataupun kejadian non-vaskuler lainya.
Dari studi tersebut peneliti
menyimpulkan bahwa, untuk penggunaan jangka panjang, statin menghasilkan
penurunan absolut lebih besar dalam kejadian vaskular. Selain itu,
bahkan setelah pengobatan studi berhenti di HPS, manfaat berlangsung
selama setidaknya 5 tahun tanpa ada bukti bahaya muncul. Temuan ini
memberikan dukungan lebih lanjut untuk inisiasi penggunaan jangka
panjang dan berkelanjutan penggunaan statin.
KF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar