Studi dengan disain acak tersamar ganda,
kontrol vs palsebo ini dilakukan pada 7 rumah sakit di Finlandia.
Dengan total responder 263 anak-anak yang mendapatkan terapi infeksi
saluran kemih ini secara acak mendapatkan jus cranberry ataupun plasebo
selama 6 bulan. Delapan anak-anak dihilangkan karena pelanggaran
protokol, dan tinggal 255 anak-anak untuk analisis akhir. Anak-anak
dipantau selama 1 tahun, dan ISK berulang mereka dicatat.
Dua puluh anak-anak (16%) pada kelompok
cranberry dan 28 (22%) pada kelompok plasebo memiliki setidaknya 1 ISK
berulang (perbedaan, -6%, 95% confidence interval [CI], -16 sampai 4%,
p=0,021). Tidak ada perbedaan waktu antara kambuh pertama (p=0,32).
Episode ISK masing-masing sebesar 27 dan 47 pada kelompok cranberry dan
plasebo, dan kejadian ISK dengan kepadatan per orang - per tahun adalah
sebesar 0,16 episode lebih rendah pada kelompok cranberry (95% CI,
-0,31 -0,01 untuk; p=0,035). Anak-anak dalam kelompok cranberry memiliki
hari secara signifikan lebih sedikit pada pemaparan terhadap
antimikroba (-6 hari per pasien - per tahun; 95% CI, -7 ke -5; P
<.001).
Kesimpulan dari studi ini menunjukkan
bahwa, intervensi dengan jus cranberry ini tidak bermakna dalam
menurunkan jumlah anak yan gterjadi kekambunan infeksi saluran kemih,
namun hal ini efektif dalam menurunkan jumlah kekambuhan dan berhubungan
dengan penggunaan antimikroba.
KF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar